NARASI TIMUN EMAS
KARYA MONIKA
Pada zaman dahulu kala hidup seorang raksasa di hutan. Raksasa ini mempunyai watak yang kejam tidak berprikemanusiaan, tidak ada seorang pun yang bisa melawannya dan mengalahkannya, dia juga suka menyantap daging manusia, terutama daging manusia perempuan yang masih muda. Raksasa ini sangat sakti tidak ada yang mengalahkan kesaktiannya. Berbadan besar kakinya panjang jika berjalan selaki melangkah bisa mencapai dua ratus meter, tinggi, gemuk,suka marah dan jika marah apapun akan dihanjurkannya, kebal terhadap segala macam penyakit dan benda tajam sehingga tak satupun manusia yang berani melawan kekejaman raksasa ini. Siapapun yang melawan raksasa sama halnya menyetorkan nyawanya. Sudah ratusan tahun raksasa ini hidup dan masyarakat sangat tertekan dengan keberadaan raksasa ini, karena kawatir sewaktu-waktu raksasa ini bisa datang dan ada maunya dan bahayanya kalau dia sudah lapar dia akan lebih rakus dari pada sebelumnya. Dia suka makan manusia agar kesaktiaannya bertambah dan terus bisa hidup lebih lama lagi.
Dipagi yang indah dan cerah suami istri rajin untuk berdoa dengan melakukan sholat dhuha’ dan memohon kepada yang maha kuasa agar segera diberikan keturunan. Doa ini setiap hari mereka lakukan sebelum aktifitas yang dalam bekerja di ladangnya. Ketika itu di suatu hari raksasa berjalan-jalan keliling kampung dan tidak sengaja mendengarkan doa sepasang suami istri yang tidak mempunyai anak ini. Suami istri ini sudah lama menikah tapi belum dikaruniai keturunan, mereka khawatir kalau nanti tidak ada keturunan yang akan meneruskan keluarganya, mereka sudah berusaha susah payah mulai dari minum obat, pijat bahkan ke tabib atau dukun sudah dilakukan dan setiap hari mereka tidak lupa untuk selalu berdoa kepada yang maha kuasa untuk segera diberikan anak, maka hati raksasa senang dengan mendengar doa suami istri ini. Dalam hati raksasa ini mengatakan “ini adalah kesempatan emas untuk bisa menyantap daging manusia yang lezat di kemudian hari jika sekarang aku memberi mereka anak, aku tidak harus susah payah mencari makanan dengan sulit tinggal mengambilnya pada mereka untuk aku makan dan aku akan membuat pesta sehingga kesaktianku juga akan bertambah
”. Kemudian dia tertawa ha……….ha………ha………”
dan Raksasa mengetuk pintu mereka dan berkata “ saya akan mengabulkan permintaan kalian” .
Sepasang suami istri itu sangat kaget dengan kedatangan raksasa yang secara tiba-tiba. Raksasa itu berkata lagi
” tanamlah biji mentimun ini, nanti kalian akan mempunyai anak. Tetapi jika anak itu perempuan maka aku akan mengambilnya jika sudah besar dan berumur 14 belas tahun”.
Dengan rasa takut dan bercampur dengan gemetar sang suami mengambil biji mentimun itu, dengan tekad suami istri ini tidak memikir panjang dan karena sudah lama sekali mendambakan seorang keturunan sehingga mereka setuju dengan perjanjian ini, dan merasa doa yang selama ini dipanjatkan tidak sia-sia dan saatnya mengambil kesempatan untuk mempunyai anak walaupun sangat beresiko.
Suami istri ini menanam buah mentimun yang diberikan oleh raksasa. Dengan ajaib biji mentimun itu tumbuh sangat cepat dan berbuah. Buahnya berwarna keemas-emasan dan sangat enak untuk dimakan.Karena buahnya sudah besar-besar maka sang istri ini mengambil satu untuk dimakan, ketika belati disentuhkan mentimun itu tiba-tiba membelah dan terjadi keajaiban didalam timun emas terdapat bayi yang sangat manis dan berkilauan berwarna keemasan. Karena gadis itu berwarna keemasan maka ibunya menamai dia dengan nama timun emas. Timun emas sangat cantik, dia tidakk hanya cantik luarnya tetapi juga cantik hatinya. Gadis ini tumbuh besar dan berbakti kepada orang tuanya. Meliihat timun emas sudah besar hati ibunya sangat gelisah dan ketakutan. Melihat ibunya sangat sedih berhari-hari tidakk bbiasanya timun emas bertanya kepada ibunya, mengapa dia bersedih? Dan tidak sewajarnya pada hari-hari sebelumnya yang sangat semangat dalam hidupnya karena mempunyai anak yang cantik dan baik ini. kemudian ibunya menceritakan kepada timun emas apa adanya. Kalau sudah dekat waktunya raksasa yang telah memberi biji mentimun itu akan datang mengambil timun emas. Ibunya sangat sedih, dulu menginginkan anak untuk dimiliki untuk selamanya agar terus berdoa lagi memohon petunjuk kepada yang maha kuasa agar di beri jalan terhindar dari kekejaman raksasa itu. Bagaimana nasib anaknya nanti kalua sudah diambil raksasa ?. dia mendatangi orang pintar untuk meminta tolong, bagaimana agar terhindar dari kekejaman raksasa ini. Mereka ingin bisa hidup bahagia samapai mati selamanya bersama timun emas.
Orang pintar itu memberi tiga kantong kain kepada ibunya, dan berharap tiga kantong ini dapat mengatasi masalahnya bisa melawan kekejaman raksasa itu. Kemudian tiga kantong itu diberikan timun emas. ibunya berpesan gunakan tiga kantong kain ini agar kamu nanti selamat dari raksasa yang kejam dan kantong ini berisi biji timun, garam dan trasi. Doa ibu tidak pernah ditolak oleh tuhan, yang mendoakan anaknya agar selamat dari kekejaman raksasa.
Ketika timun emas melarikan diri dan dikejar oleh raksasa, timun emas hampir kena karena raksasa sangat besar dan larinya kencang maka timun emas melemparkan biji timun, dengan sekejab biji mentimun itu tumbuh dan berbuah. Melihat mentimun yang besar-besar dan siang yang sangat panas raksasa menyantap mentimun itu sampai habis. Timun emas lari sekencang-kencangnya. Karena kakinya pendek ia masih terkejar oleh raksasa maka ia melempar garam, sehingga daratan berubah menjadi lautan raksasa itu berenang sampai ketepian, ketika tiba didaratan timun emas melempar trasi seketika daratan itu menjadi lumpur hidup, sehingga si raksasa mati tenggelam di lumpur itu. Timun emas kembali kekeluarganya mereka hidup bahagia.
NARASI TIMUN EMAS
KARYA KIDH HIDAYAT
Pada waktu itu hidup seorang janda yang tinggal sendirian tidak mempunyai teman hidup dan tidak punya anak. Dia mendambakan seorang anak agar hidupnya bahagia bila ada teman yang memberikan kasih sayangnya kepadanya. Dia datang kepada raksasa pertapa yang sakti di suatu tempat agar dapat membantunya untuk mempunyai anak. Raksasa ini sangat senang dengan kedatangannya si janda ini. Karena untuk menambah kesaktiannya raksasa tidak susah payah untuk mencari daging manusia untuk disantapnya. Raksasa yang berpura pura menolong si janda ini untuk bisa memiliki anak dan dengan syarat kepada si janda, Jika nanti yang dimilki anaknya itu perempuan maka ia akan mengambilnya dan akan memakannya. Dia mengancam agar menepati janjinya.
Raksasa mengajukan perjanjian itu untuk menipu daya sijanda yang dijadikan alat untuk merawat si bayi perempuan yang nantinya jika sudah besar akan diambil untuk dimakan. Pada suatu hari si raksasa ini memastikan timun emas sudah besar belum dan ingin menagih janji kepada sijanda.
Si janda karena sangat mendambankan seorang anak maka ia sangat setuju dengan perjanjian itu agar dia cepat mempunayi teman hidup untuk mencurahkan kasih sayangnya. Setelah menemui raksasa itu ia singgah dikebun mentimunnya dan ia memetik buah mentimun untuk dimasak. Dia menimang dan memeluk buah mentimun itu seakan menimang seoarang bayi karena sudah sangat merindukan seorang anak. Ketika mentimun itu di pecah maka dia melihat bayi didalam mentimun itu denga warna kemilau keemasan. Maka ia menamakan timun emas karena keluarnya dari timun dan sangat kemilau warna kulitnya seperti emas.
Bayi ini tumbuh besar menjadi seorang gadis yang sangat berbakti kepada orang tuanya, karena orang tuanya tidak mau kehilangan dia maka ia meenceritaka tentang kejadiannya dimasa kecil dengan raksasa. Ibunya sangat sedih dia takut akan kehilangan timun emas. Timun emas menghiburnya dan meyakinkan ibunya pasti akan datang keajaiban. Ibunya menangis dan memluk timun emas karena tidak mau kehilangan anaknya, tiba-tiba di suatu pohon yang rindang dan rembulan memancarkan sinarnya yang indah datang seorang bidadari melambaikan tangan kepada mereka dan memanggil timun emas. Timun emas takut, ibunya menyuruh untuk datang kepada bidadari itu karena yakin dialah yang akan menolong kesulitan mereka berdua. “ jangan takut timun emas saya tujuh bidadari yang turun dari langit untuk menghiburmu dan ini saudara-saudaraku dan terimalah bungkusan ini jika nanti kamu menghadapi raksasa” bidadari itu memberikan tiga bungkus kantong kecil yang berisi biji timun, jarum dan garam. Mereka bermain diterangnya bulan purnama bersama timun emas sampai larut malam.
Keesokan harinya raksasa datang menjemput timun emas dan berkata kasar kepada si janda “ wahai si janda, dimana timun emas sudah waktunya aku menjemputnya untuk aku makan?”. Si janda itu menjawab” maaf tuan raksasa timun emas lagi sakit dia pergi untuk berobat kedokter.” Raksasa tahu kalau si janda itu berbohong, dia marah dan rumah janda itu di rusak dan mengejar timun emas yang lari ke hutan. Karena langkah raksasa yang panjang maka timun emas terkejar oleh raksasa dan hampir tertangkap dengan seketika timun emas menaburkan biji mentimun tiba-tiba timu itu tumbuh dengan cepat dan berbuah. Karena siang itu sangat panas maka raksasa itu memekan timun itu sampai habis timun emas lari dengan kencang. Karena timunnya sudah habis larinya raksasa tambah kencang larinya, timun emas menaburkan jarum dengan sekektika jarum itu berubah menjadi hutan bambu yang sangat lebat sehingga raksasa merasa terhalang oleh pohon bambu itu ketika raksasa mampu melewati hutan bambu, timun emas melemparkan garam maka garam itu berubah menjadi lautan yang sangat luas dan dan dalam. Karena raksasa badannya besar dan tidak bisa berenang maka si raksasa akhirnya tenggelam dalam lautan itu.Timun Emas lega dan bersyukur kepada tuhan karena telah selamat dari cengkraman raksasa yang selalu membuat sedih ibunya kalau nanti ibunya tidak dapat bersam-sama timun emas lagi. Timun emas pulang sendirian dengan penuh keriangan dan bahagia diiringi dengan awan yang cerah dan hati yang penuh dengan suka cita ingin segera memeluk ibunya yang sangat dicintainya, ia bergegas pulang. Dalam perjalanan timun emas bertemu dengan seorang pangeran yang sedang berburu di hutan. Pangeran itu sangat terkejut dengan melihat Timun Emas, hatinya terpesona karena melihat gadis cantik ditengah hutan sendirian. Awalnya sang pangeran takut karena tiba-tiba gadis cantik itu muncul dibalik pohon. Hampir saja pangeran melepaskan anak panah kearah Timun Emas karena dikira binatang buruan. Timun Emas berteriak ketakutan dan pangeran tidak jadi melepaskan anak panahnya dan ia terperanga ketika melihat Timun Emas. Kemudian mereka bercakap dan Timun Emas bercerita kepada Pangeran, di balik cerita itu sang Pangeran telah bersimpatik dengan Timun Emas dan rupanya sang pangeran juga telah jatuh hati pada timun emas, melihat kepolosan dan cantik serta melihat ada kecerdasan yang terpancar dari aura berbicaranya. Pangeran itu membawa timun emas dan ibunya ke istana dan mereka hidup bahagia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar